Ultimate magazine theme for WordPress.

Alexande ‘Nix’ Sebut Tournamen Terburuk IeSF World Championship 2019

12

Sponsored

winter-games.net – Alexande ‘Nix’ Sebut Tournamen Terburuk IeSF World Championship 2019, Baru berlangsung sehari, event bertajuk IeSF World Championship 2019 sudah diterpa rumor tak sedap. Secara spesifik bagi peserta cabang DOTA 2 asal negara Rusia, bernama Alexander ‘Nix‘ Levin, yang mengklaim bahwa IeSF sebagai turnamen terburuk yang pernah dia ikuti.

International e-Sports Federation (IeSF) merupakan organisasi global berbasis di Korea Selatan yang memiliki misi untuk melegalkan esports sebagai cabang resmi olahraga di dunia. Federasi esports global ini telah berkembang dan mencakup lebih dari 46 negara perwakilan. Ajang resminya adalah IeSF World Championship yang mempertemukan atlet-atlet esports perwakilan terbaik negara di sejumlah cabang gim.

IeSF World Championship 2019, merupakan tahun penyelenggaraan ke-11, berlangsung antara tanggal 11 – 15 Desember, di Seoul, Korea Selatan.

lesf

Pengakuan dari Nix, yang tertuang melalui akun IG miliknya, menyebutkan beberapa kekuarangan mendasar dan tidak sepatutnya terjadi di perhelatan event seakbar IeSF World Championship. Pemain yang membela skuad negara Rusia ini merasa kecewa saat timnya harus mengunduh sendiri client game DOTA 2 sendiri dengan kecepatan koneksi seadanya (kalau tidak boleh dibilang lambat!). Termasuk sejumlah kendala teknis yang terjadi sepanjang hari pertama, lalu kurang pekanya pihak panitia guna membantu para peserta, terutama bagi mereka yang kesulitan mencari venue pertandingan.

“Tidak ada seorang pun yang menemani (pihak panitia – red), atau membantu kami. Kami hanya berlima saja sendirian. Kami mondar-mandir dan nyaris tidak bisa menemukan tempat pertandingannya..,” ungkap Nix, via IG miliknya. “Tidak ada yang paham bahasa Inggris, apalagi Rusia.”

Dia bahkan melanjutkan lagi dengan mengungkapkan buruknya kualitas PC, maupun lokasi pertandingannya, yang mau tidak mau harus mereka gunakan untuk bertanding.

Artikel Menarik Lainnya :  11 Tips Main Chess TD Mobile Legends (ML)

“Sangat sulit untuk digunakan bermain, tangan jadi sakit. Layar monitor tiba-tiba hang selama lima detik. Tiga pemain kami alami crash. Dan kalau itu terjadi, untuk mengulangnya, kami harus menunggu sampai 15 menit,” keluhnya lagi. “Browsernya juga tidak berfungsi, tidak ada yang bekerja semestinya.”

Namun, meski alami banyak masalah di atas, tim Rusia tetap berhasil memenangkan pertandingan pembukanya melawan tim asal Namibia. Mungkin juga tim lawan terkendala banyak gangguan serupa. Nix kemudian membeberkan betapa sulitnya tim Rusia meraih kemenangan tersebut.

“Kami berhadapan dengan penghuni gurun, mereka tidak mampu kill satu pun. Aku tidak mengerti bagaimana pertandingan ini tetap berjalan. Layarku tak bergerak, tidak ada teamspeak ataupun discord, kami berbicara via in-game karena tidak ada yang bisa diunduh,” tandas Nix lagi. “Semua pemain lain sepertinya baik-baik saja, hanya kami yang alami hal ini. Sampai harus ganti PC lima kali – percuma, tidak ada yang berubah.”

Ini baru pengakuan sepihak dari Alexander ‘Nix’ Levin yang bermain untuk cabang DOTA 2 di IeSF World Championship 2019. Jadi, belum menjamin cabang lainnya, yakni eFootball PES 2020 dan Tekken 7, juga alami hal sama, ataupun pemain DOTA 2 dari tim negara lain terkendala juga. Bagaimanakah respon penyelenggara atas tudingan buruk ini? Semoga bila benar adanya, dapat segera diperbaiki dan bahan evaluasi untuk turnamen IeSF ke depannya, sebagaimana citra esports di mata dunia turut dipertaruhkan di sini!

Leave A Reply

Your email address will not be published.